Program ICARE Gelar Sekolah Lapang Penerapan Pertanian Modern di Enrekang
Enrekang (22 - 23/07/2026). Pemerintah Kabupaten Enrekang melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) bekerja sama dengan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Selatan menggelar kegiatan "Sekolah Lapang: Penerapan Pertanian Modern pada Budidaya Padi" melalui program ICARE (Integrated Corporation of Agricultural Resource Empowerment) di Kabupaten Enrekang selama dua hari.
Kegiatan strategis ini dihadiri oleh Kepala Dinas TPHP Kabupaten Enrekang, Tenaga Pengajar sekaligus Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Kepala BRMP Sulawesi Selatan, Kepala Desa atau yang mewakili, para petani, serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) setempat guna memperkuat kapasitas pelaku rantai nilai pertanian dan mengakselerasi adopsi teknologi melalui program Pertanian Modern – Advanced Agriculture System (PM-AAS).
Dalam laporan pembukaannya, Kepala Dinas TPHP Kabupaten Enrekang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pihak BRMP atas penempatan program ini di wilayahnya. Beliau menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah dalam menyambut PM-AAS sebagai langkah konkret untuk menjaga ketahanan pangan.
Produktivitas pertanian daerah yang selama ini bertahan di angka 5 ton per hektare terus didorong secara maksimal agar mampu mencapai target 10 ton per hektare melalui pemanfaatan teknologi modern serta intervensi infrastruktur, seperti irigasi perpipaan dan pompanisasi.
Pada hari pertama pelaksanaan kegiatan, agenda difokuskan pada pemantapan teknis budidaya. Tenaga Pengajar dari Universitas Hasanuddin sekaligus Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Prof. Dr. Ir. H. Yusran Jusuf, M.Si., IPU, memaparkan bahwa pencapaian target produksi 10 ton per hektare menuntut kedisiplinan tinggi dalam manajemen populasi tanaman dengan rasio tanam 4:1 atau 6:1. Penggunaan benih Varietas Unggul Baru (VUB), pemupukan berimbang, dan manajemen pengairan sistem basah-kering (Alternate Wetting and Drying / AWD) menjadi pilar utama.
Sesi ini kemudian langsung dilanjutkan dengan demonstrasi praktik lapangan penggunaan alat penanam benih langsung (drum seeder). Peserta dibekali teknik operasional mulai dari seleksi benih yang telah direndam selama 24 jam, hingga teknik penarikan alat dengan jarak tanam 25 cm antar larikan dan 3 cm dalam baris bersistem legowo.
Memasuki hari kedua, inovasi teknologi pertanian yang diperkenalkan semakin canggih dengan kehadiran perwakilan sektor swasta, yakni PT. Araindo Smart Tani. Pemaparan materi disampaikan oleh Ibu Arfaitha, S.Sos., yang mengedukasi peserta secara komprehensif mengenai pemanfaatan teknologi pesawat nirawak atau *drone* dalam budidaya pertanian.
Melengkapi teori tersebut, para petani dan penyuluh juga diajak untuk melihat langsung praktik lapangan pengoperasian *drone* pertanian, yang terbukti secara signifikan mampu meningkatkan efisiensi waktu, tenaga, dan akurasi dalam penyemprotan di lahan sawah.
Rangkaian kegiatan selama dua hari ini juga diwarnai dengan sesi diskusi interaktif yang dipandu oleh moderator. Dialog terbuka antara narasumber, para petani, dan penyuluh ini berlangsung sangat dinamis dan menghasilkan berbagai solusi konstruktif. Berbagai aspirasi dibahas secara tuntas, mulai dari manajemen irigasi dan biaya operasional pompanisasi di musim kemarau, pengendalian hama tikus secara serentak, penyesuaian alokasi pupuk bersubsidi bagi peserta CPCL, hingga kepastian fasilitasi benih unggul oleh negara.
Secara keseluruhan, seluruh agenda Sekolah Lapang Penerapan Pertanian Modern di Kabupaten Enrekang berjalan dengan sangat lancar dan sukses. Melalui kolaborasi lintas sektor, penguatan kapasitas melalui program ICARE, dan pengenalan teknologi terkini ini, para petani beserta seluruh pemangku kepentingan di Enrekang diharapkan semakin siap bertransformasi menuju ekosistem pertanian yang modern, efisien, memiliki rantai nilai yang tangguh, serta mensejahterakan.